Delapan Warga Menggala Dilaporkan Alami Gangguan Kesehatan, Dugaan Terkait Makanan Program MBG Masih Menunggu Klarifikasi Resmi

banner 468x60
Seorang anak didampingi orang tua saat mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program MBG.

24detik.com | Tulang bawang – mencakup delapan warga Kecamatan Menggala dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan gejala dominan berupa muntah, diare, pusing, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan pada waktu yang berdekatan. Peristiwa ini masih bersifat dugaan dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak pengelola program maupun instansi yang berwenang. Selasa, 24/02/2026.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, korban terdiri dari lima anak-anak usia 4 hingga 6 tahun serta tiga orang dewasa, termasuk seorang lanjut usia dan tenaga pendidik. Dari jumlah tersebut, enam orang menjalani perawatan medis di RSUD Menggala dan Klinik MMC, sementara dua orang lainnya tidak dirawat inap karena mengalami gejala ringan.

banner 336x280

Sebagian besar anak diketahui mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipublikasikan di lingkungan sekolah. Sementara itu, beberapa korban dewasa mengonsumsi makanan yang sama dari anggota keluarga yang menerima paket MBG tersebut.

Menu makanan yang dikonsumsi oleh para korban berdasarkan pendataan awal antara lain telur asin, roti, biskuit, dan buah jeruk. Gejala gangguan kesehatan yang dilaporkan muncul dalam rentang waktu sekitar satu hingga empat jam setelah konsumsi, dengan intensitas yang berbeda pada masing-masing korban.

Anak-anak yang terdampak tercatat berasal dari beberapa satuan pendidikan, di antaranya SDN 1 Kibang, TK Islamiyah, dan TK RA Bintang Zafira, sementara korban dewasa diketahui merupakan wali murid dan tenaga pendidik di wilayah Menggala.

Rekap Sementara Data Korban
Berdasarkan pendataan awal:
Total korban: 8 orang
Anak-anak: 5 orang (usia 4–6 tahun)
Dewasa/lansia: 3 orang
Menjalani perawatan medis: 6 orang
Tidak dirawat (gejala ringan): 2 orang
Seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan.

Dalam perkembangan di lapangan, sejumlah wali murid menyampaikan bahwa beberapa anak mengalami muntah dengan cairan berwarna gelap yang oleh keluarga diduga menyerupai darah. Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan medis resmi yang menyatakan hal tersebut sebagai muntah darah, dan kondisi tersebut masih berdasarkan pengamatan awal keluarga korban.

Pihak medis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Situasi ini memicu kepanikan di kalangan wali murid dan masyarakat sekitar, khususnya orang tua siswa yang anaknya menerima makanan dari program MBG pada hari yang sama. Sejumlah wali murid mengaku segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan, meskipun sebagian belum menunjukkan gejala berat.

Komunikasi antar wali murid dilaporkan dilaksanakan secara intens, baik di lingkungan sekolah maupun organisasi warga, guna saling bertukar informasi mengenai kondisi anak masing-masing. Kepanikan juga mendorong masyarakat untuk meminta kejelasan dari pihak sekolah, aparat kewilayahan, dan instansi terkait.

Salah satu sumber makanan yang dikonsumsi diketahui diketahui berasal dari paket Program MBG yang disalurkan kepada siswa SDN 1 Kibang, Kecamatan Menggala, dengan penyedia dapur disebut sebagai Dapur MBG Menggala Tengah. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan atau konfirmasi resmi secara rinci dari Kepala Dapur MBG terkait proses pengolahan, distribusi makanan, maupun hasil pemeriksaan internal.

Instansi terkait diketahui telah menerima laporan awal dan saat ini masih melakukan pendataan, penelusuran, serta pemeriksaan medis lanjutan. Oleh karena itu, belum dapat disimpulkan adanya keterkaitan langsung antara makanan tertentu dengan gangguan kesehatan yang dialami para korban.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari program nasional yang sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Program ini dirancang untuk menjangkau peserta didik di berbagai jenjang pendidikan dengan harapan mendukung kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan anak secara berkelanjutan.

Wali murid dan masyarakat berharap adanya klarifikasi resmi dan transparan dari pihak terkait untuk menghentikan ketakutan, sekaligus memastikan keamanan pelaksanaan program MBG ke depan. Mereka juga berharap dilakukan evaluasi menyeluruh dan peningkatan pengawasan mutu serta keamanan pangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta menunggu hasil pemeriksaan dan pernyataan resmi dari pihak yang berwenang. Warga yang mengalami keluhan kesehatan serupa diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Berita ini akan diperbarui sesuai dengan perkembangan dan klarifikasi resmi selanjutnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *