24Detik.com | Lampung Timur – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dirangkaikan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lampung Timur berlangsung penuh semangat kolaborasi. Kegiatan yang digelar pada Kamis (30/4/2026) ini menjadi momentum strategis mempertemukan berbagai komunitas dalam satu visi besar: memperkuat gerakan pencegahan narkoba di daerah.
BNNK Lampung Timur menggandeng beragam elemen, mulai dari komunitas penggiat sejarah, komunitas kopi, forum perempuan, hingga komunitas seni dan akademisi. Pertemuan lintas komunitas ini melahirkan gagasan serta langkah nyata dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala BNNK Lampung Timur Maman Permana, perwakilan BNNK Pesawaran, Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung, serta sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan perwakilan perguruan tinggi.
Kepala BNNK Lampung Timur, Maman Permana, menegaskan bahwa ancaman narkoba kini semakin meluas dan tidak lagi mengenal batas usia maupun latar belakang sosial. Berdasarkan survei BNN tahun 2025, tercatat sekitar 4,15 juta penyalahguna narkoba di Indonesia, dengan sebagian di antaranya berasal dari kalangan remaja.
“Ini menjadi perhatian serius. Narkoba sudah merambah hingga anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, BNNK tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong program inovatif, seperti “Ananda Bersinar”, yang menyasar pendidikan anak usia dini melalui taman kanak-kanak sebagai langkah preventif sejak dini terhadap bahaya narkoba.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memberikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif yang digagas BNNK bersama berbagai komunitas. Menurutnya, sinergi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
“Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong. Kita harus satu frekuensi, satu tujuan, dalam upaya pencegahan narkoba di Lampung Timur,” tegasnya.
Ela juga mendorong para duta anti narkoba, khususnya generasi muda seperti Muli Mekhanai, untuk aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi. Ia menilai pendekatan kreatif melalui konten digital dapat menjadi strategi efektif dalam menyasar kalangan milenial dan generasi Z.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari komunitas kopi Lampung Timur berupa produk kopi khas melinting berlogo “Stop Narkoba”, serta penyerahan buku kolaborasi bertajuk Harmoni Lampung Timur karya M. Hamka Hans kepada Bupati. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan komunitas yang terlibat.
Melalui momentum ini, diharapkan semangat kolaborasi lintas komunitas dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Lampung Timur yang bersih dari narkoba serta berdaya saing tinggi. (EHY)



















