24detik.com| Tulang Bawang – Safari Ramadhan pemerintah Kabupaten Tulang Bawang di Kecamatan Gedung Aji beberapa pekan lalu meninggalkan bekas kurang sedap antara Salah satu kampung dan kecamatan Gedung Aji.
Informasi yang di himpun Tim media ini dilapangan dari narasumber yang bisa pertanggungjawaban, Selasa 31 Maret 2026 dirinya menyatakan ” Safari Ramadhan ada pungli.
Pokoknya dalam satu kecamatan ini, ada sepuluh kampung, masing-masing ditarik uang Rp. 1 Juta, per kampung total semuanya Rp 10 (Sepuluh Juta) ,” Terang Nya.
Lebih lanjut iya berkata” Sudah berapa kali Ganti Camat, Dua PT. GMPK dan PT. KUD belum pernah ditarik untuk sapari Ramadhan, tapi jaman pak camat i YSM dua PT. Ditarik Rp 3 juta.
Keseluruhan Dana itu hasil tarikan lebih kurang Rp 20.000.000-00 (Dua Puluh Juta) belum lagi dari kesra, sedangkan pihak kecamatan tidak keluar duit sama sekali ,” Keluhnya.
Sedangkan yang dikasih kan untuk bantuan dan lain-lain itu hanya Rp 8 juta saja, Kemana sisanya itu, ” Pungkasnya Seakan Kesal.
Ditempat terpisah Camat Gedung Aji saat dikonfirmasi oleh team media ini Selasa 1 April sekira Pukul 11.00 WIB terkait dengan dugaan pungli, dirinya membantah bahwa itu bukan tarikan, atau pungli melainkan itu kesepakatan bersama, dan itu artinya sumbangan.
“Saya mau tanya, apa perbedaan tarikan dan kesepakatan? Itu pasti jauh beda, karena itu sudah ada kesepakatan sebelumnya, itu artinya sumbangan, bukan tarikan. Sebelumnya kami semua sudah melakukan kesepakatan.
Kami, kecamatan ini, memang pernah kumpul, ada berita acaranya ada kesepakatan, dan pihak perusahaan juga meminta, ‘Pak, ini tolong ini buat yang terbaik buat Kecamatan,’ kami siap bantu.
Selama ini, perusahaan gak pernah terlibat, saya libatkan karena perusahaan ini, kebetulan berada di Kecamatan Gedung Aji. Apa salahnya mereka bantu warga masyarakat Gedung Aji untuk mensukseskan hajad di Gedung Aji? Kebetulan, kita dapat Safari Ramadhan di Kecamatan Gedung Aji, di Desa Penawaran Baru.
Kita kumpul, kita panggil semua, dan hari ini juga ada rapat untuk pembubaran panitia. Saya undang semua kepala kampung, tapi tidak ada yang hadir Kemaren kan, sebelum jaman saya, tradisi ini memang ada biaya-biaya kesepakatan bersama itu, jumlahnya juga sama, mereka suka rela, bukan dari Dana Desa lo ini, dari kepala Kampung, dan kebetulan juga dana untuk acara itu ditalang oleh Muspika ,” Jelasnya.
Camat ikut campur karena ini acara Kecamatan dan acara kampung, saya beli ini dan itu, dari bandar lampung dan Rawajitu bersama pak Edi dan bendahara, karena saya ingin acara ini menjadi yang terbaik. Jangan nanti pihak perusahaan ngomong,” Sudah Nyumbang Kok Hasilnya gak bagus.
Bapak-bapak semua Kemaren mau saya kumpulkan lagi lintas publik, biar transparan, uang itu kemana, dan uang itu bendahara yang megang, biar bendahara yang menjelaskan, itu tadi mereka gak ada yang datang.
Saya pernah ngomong sama yang punya hajad. ‘Kamu orang lebih-lebih dikit, wajar dong.’ Dia orang yang dapat tempat, masak mau sama? Gak mungkin kan? saya juga keluar duit, ini sumbangan bantuan pribadi Pak Camat di acara itu.
Nasi kotak saya siapkan saya suruh orang yang masak karena mereka gak mau masak, dan dibagikan, itu sudah dibayar oleh Pak Edi senilai Enam Juta, saya berusaha yang terbaik untuk Gedung Aji, sampai UMKM dengan susah payah saya adakan, karena ingin dibuat Puskesmas Rawat Inap akan saya usahakan terbaik untuk gedung aji maju, Rupanya ada Miskomunikasi, Tapi gak usah saya bilangin, ya namanya saja Manusiawi ,” Pungkasnya.
Disinggung tentang semua dana yang terkumpul lebih kurang Rp 20.000.000 juta selain bantuan dari pihak kesra, Seperti yang diucapkan narasumber, pada team media ini, camat gedung Aji sempat mengalihkan pertanyaan sehingga pertanyaan dana Rp 20 juta tidak ada tanggapan, dan dirinya hanya menjawab bahwa dari kesra hanya Rp 4.500.000 (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
Hal ini sangat disayangkan, jika benar adanya miskomunikasi seperti yang camat katakan, seharusnya kedua belah pihak, mencari solusi, duduk bersama dan mencari jalan terbaik, agar akar permasalahannya bisa ditemukan, jangan sampai acara Safari Ramadhan pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, yang seharusnya membuat kecamatan dan kampung bangga, malah meninggalkan kesan kurang baik diantara Kedua belah pihak.
Media ini selalu memberi ruang dan waktu bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan hak jawab dan hak koreksi atas berita yang sudah diterbitkan hak jawab dan hak koreksi akan diterbitkan kembali pada media yang sama.









